Liputan Khusus Berita

PT AMR Diduga Serobot Tanah Adat

MURATARA.B-Lipuse.com – Pemerintahan Desa dan masyarakat adat Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, melaksanakan Musyawarah di gedung serbaguna, membahas sengketa tanah adat yang diduga telah digarap PT Agro Muara Rupit ( PT AMR)

Puluhan masyarakat, anggota adat Kecamatan Rawas Ulu, Kecamatan Muara Rupit dan Kecamatan Ulu Rawas, beberapa waktu lalu berkumpul untuk memberikan dukungan moril, dalam memperjuangkan tanah adat yang telah berubah pungsi menjadi lahan perkebunan sawit.

Musyawarah diketuai oleh Ketua Adat Desa Remban, Toyib Ahyat tersebut membahas sengketa tanah adat desa Remban dan tanah yang belum ada penyelesaian dari perusahaan permasalahan tanah yang sudah cukup lama .

Mereka tak segan-segan membawa permasalahan ini ke Bapak Presiden RI, Menteri Pertanian, Menteri Pertahanan, DPR RI dan DPD di Jakarta, yang akan dipimpin Kepala Desa, Yusuf, Ketua Adat, Toyib ahyat, Ketua DPD, Sharul Khafi dan yang mewakili masyarakat Desa Remban, Umar Bahori.

Menurut Kepala Desa, yusuf, “Saya berharap persoalan tanah adat ini, semoga secepatnya terselesaikan karena merasa prihatin terhadap masyarakat yang kehilangan hak mereka atas tanah tersebut. Keseluruhan tanah sangketa berkisar seluas 4 ribu hektar yang tekah digarap PT AMR,” tutup Kades. (Zamzami)