Liputan Khusus Berita

Kisruh KONI Muratara Diduga bermotif Politik

MURATARA.B-Lipuse.com – Kisruh persolan KONI Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan, diduga bermotif politik dan tidak baik untuk daerah.

“Sesunggunya persoalan KONI, bukan tidak ada suppor dari Pemkab Muratara untuk Porprov di Prabumulih, tetapi serangan ke Bupati Syarif Hidayat, oleh pengurus KONI lebih kental nuansa politiknya,” jelas Abdul Aziz. Sabtu (5/10/2019)

Dan lanjutnya, Berdasarkan surat Bupati tanggal 13 September 2019 sudah jelas disitu KONI dihibahkan anggaran 600 juta, tentu dana tersebut bisa diproritaskan untuk mengikuti Proprov tersebut dengan seadanya dulu sesuai dengan anggaran yang ada,” harapnya

Masih kata Aziz, “Jikapun KONI merasa tidak cukup dengan dana sebesar Rp 600 juta untuk Proprov dengan pilihan tidak mengikuti tidak ada masalah, dengan catatan sepenuhnya anggaran 600 juta tersebut di kembalikan ke kas daerah,” katanya

“Selanjutnya DPRD Muratara bisa ambil inisiatif untuk pembekuan sementara dana Hibah KONI sampai kepengurusan KONI terlepas dari bayang-bayang politik, baik itu Bupati maupun Wakil Bupati yang akan berkompetisi pada pilkada 2020 mendatang,” pintanya

Diketahui, pada tanggal 13 September 2019 lalu, Bupati Syarif Hidayat telah mengirim surat ke Gubernur Sumatera Selatan, untuk meminta dukungan.

Hal tersebut diketahui berdasarkan surat Nomor : 900/349/BKD/2019, dalam hal menindaklanjuti surat gubernur No : 426/1863/DISPORA/2019 Tanggal 27 Mei 2019. Prihal dukungan dan penganggaran Porprov yaitu :

1) Kabupaten Musi Rawas Utara Mendukung Porprov VII Sumsel di Prabumulih
2) Penganggaran dukungan untuk mengikuti Porprov Sumsel ke VII, telah dianggarkan dalam bentuk belanja dana hibah kepada organisasi KONI Kabupaten Musi Rawas Utara
3) Anggaran dana belanja hibah kepada organisasi KONI sebesar RP.600 juta termasuk untuk mengikuti acara Porprov.

“Semua yang dikatakan oleh oknum-oknum tersebut, berdasarkan surat Bupati Muratara ke Gubernur Sumsel, sudah terbantahkan,” tutup Aziz (Tamrin)